Rabu, Oktober 29, 2014

DUNIA ADA DI TANGAN TAPI TIDAK DI HATI

-= Zuhud =-

Bila sedang berpikir keras atau sedang merasakan sesuatu dihati yang amat serius… tanyakanlah pada diri:
Apakah semua ini akan menyelesaikan masalah atau malah menambah masalah?
Apakah Alloh ridho dengan pikiran, perasaan ini atau tidak?
Mudah-mudahan kita tidak terjebak, larut dan hanyut oleh pikiran dan perasaan yang merusak dan menjauhkan dari Alloh.
Bagi yang ingin di cintai Alloh, juga dicintai manusia inilah kuncinya.
Dari Abul ‘Abbas, Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi radhiallahu ‘anhu, ia berkata:
“Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lalu berkata: ‘Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu perbuatan yang jika aku mengerjakannya, maka aku dicintai Allah dan dicintai manusia’. Maka sabda beliau : ‘Zuhudlah engkau pada dunia, pasti Allah mencintaimu dan zuhudlah engkau pada apa yang dicintai manusia, pasti manusia mencintaimu”.
(HR. Ibnu Majah no.4102)

وَقَالَ الَّذِي آَمَنَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُونِ أَهْدِكُمْ سَبِيلَ الرَّشَادِ (38) يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآَخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ (39)

“Orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar. Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS. Ghafir: 38-39)
Zuhud kepada dunia: bukan berarti tak berharta, tapi sama sekali tak diperbudak dunia ini, ada ditangan namun tak ada di hati,

Lebih yakin dengan apa yang ada di sisi Alloh daripada yang ada di genggamannya
Zuhud terhadap apa yang ada ditangan orang; sama sekali tak menginginkan , berharap dan bergantung kepada orang lain.

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Kredit: http://www.smstauhiid.com/dunia-ada-ditangan-tapi-tidak-dihati/

Jumaat, Oktober 10, 2014

Manusia Pertama Di Neraka

Abu Hurairoh ra meriwayatkan, bahwa ia pernah mendengar Rosululloh Saw bersabda,
‘’Manusia yang pertama diadili padahari Kiamat nanti adalah orang yang mati di medan jihad. Orang itu didatangkan di hadapan Alloh. Kemudian, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan, ia mengakuinya.
Alloh bertanya kepadanya, ‘’Apa yang telah engkau lakukan di dunia?’’ Ia menjawab, ‘’Aku telah berperang membela agama-Mu.’’ Lalu, Allah berkata,
‘’Engkau berbohong. Engkau berperang agar orang-orang menyebutmu seorang pemberani.’’ Kemudian, Alloh memerintahkan agar amalnya dihitung di pengadilan-Nya. Akhirnya, orang itu dimasukkan ke neraka.

Kemudian, seorang penuntut ilmu sekaligus rajin membaca Al Quran, dihadapkan kepada Alloh. Lalu, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan, ia mengakuinya. Alloh bertanya, ‘’Apa yang telah engkau lakukan di dunia?’’ Dia menjawab, ‘’Aku menuntut ilmu, mengamalkannya dan aku membaca Al Quran dengan mengharap ridho-Mu.’’
Alloh berkata kepadanya, ‘’Engkau berbohong. Engkau mencari ilmu supaya orang menyebut engkau sebagai seorang alim. Dan, engkau membaca Al Quran agar orang lain menyebutmu rajin membaca Al Quran.’’ Kemudian, Alloh memerintahkan agar amalnya dihitung di pengadilan-Nya. Akhirnya, orang itu dimasukkan ke neraka.

Selanjutnya, seorang kaya raya dan terkenal dermawan, dihadapkan kepada Alloh. Lalu, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan, ia mengakuinya. Alloh bertanya, ‘’Apa yang telah engkau lakukan di dunia?’’ Ia menjawab, ‘’Semua harta yang aku miliki tidak aku sukai, kecuali aku sedekahkan karena-Mu.’’
Lalu, Alloh berkata, ‘’Engkau berbohong. Engkau melakukan itu agar orang-orang menyebut engkau sebagai dermawan dan murah hati.’’ Kemudian Alloh memerintahkan agar amalnya dihitung di pengadilan-Nya. Akhirnya, orang itu dimasukkan ke neraka.

Abu Hurairah berkata, ‘’Kemudian, Rosululloh menepuk pahaku dan berkata, ‘’Wahai Abu Hurairoh, mereka adalah manusia pertama yang merasakan panasnya api neraka Jahanam di hari kiamat nanti.’’

(Hadist Riwayat Muslim)

Rabu, Oktober 08, 2014

MENYESALI PERBUATAN DOSA

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:

Sesungguhnya seorang hamba megerjakan suatu perbuatan dosa tetapi apabila ia ingat hal tersebut maka ia menyesal dan merasa sedih. Apabila Allah melihatnya benar-benar menyesal dan bersedih hati, maka Dia (Allah) mengampuni dosa yang diperbuatnya itu sebelum ia mengerjakan kifaratnya (tebusannya) tanpa dengan shalat dan pula tanpa shaum.

{HR.Ibnu Asakir melalui Abu Hurairah r.a.}